Jendela Pengetahuan

Banyak jalan menuju Roma. Itulah slogan yang dipakai banyak orang. Banyak jalan menuju penumpukan harta sebanyak mungkin kendatipun itu dikerjakan dengan segala macam cara, termasuk dengan mengorupsi uang rakyat. Sangat ironis bukan? Bagi ku sendiri, Aku tidak memilih itu semua, hanya menjatuhkan pilihan untuk mencari banyak lorong menjadi orang cerdas, terampil, berilmu dan memiliki kearifan sosial cukup tinggi. Hati nutani ku mengatakan, buku adalah segala-galanya. Buku menjadikan Aku paham semuanya, mulai paling kecil hingga paling besar.

Dengan buku, Aku bisa mendapatkan hal-hal baru tentang banyak hal sehinggga mampu memetakan persoalan-persoalan kehidupan. Aku kemudian mampu berpikir kritis dan meresponi setiap persoalan yang ada di depan diri ku. Luar biasa bukan? Ternyata, buku memiliki peran sangat signifikan bagi pembangunan peradaban kemanusiaan, terlebih lagi bagi bangsa Indonesia. Sudahkah Anda berminat dan menggandrungi buku? Ingat, buku itu adalah jendela dunia yang dapat mengantarkan kita menuju manusia madani. Kita harus bangkit melakukan perubahan-perubahan besar.

Iklan

21 comments

  1. Salam pak Yamin, wah inspiratif sekali, persis seperti buku yang dikarang bapak. Pantesan ternyata bapak pencinta + pencipta buku. Saya ingin banyak belajar tentang pendidikan dari bapak.

    SEtuju pak, dengan buku pendidikan semakin mempertajam kehidupan… bukankah buku adalah jendela ilmu, dengan buku pula maka masyarakat semakin beradab… salam kenal

    1. makasih pak. sya masih belajar juga, hanya mencoba memberanikan diri menulis buku sj, skr sy sdg nulis tentang guru ideal. sangat senang berkenalan dengan bapak, kapan2 bisa berjumpa di darat. salam kenal

      1. MENJADI SANG PENULIS

        Oleh : Kamsudin Ridwan, S.Pd.I
        Mahasiswa Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Islam, Konsentrasi Supervisi Pendidikan Islam, Universitas Islam Malang.

        Menjadi penulis sejati merupakan idaman setiap orang. Setiap orang pasti mendambakan menjadi seorang penulis baik itu penulis buku, novel, cerpen, puisi dan jenis lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyaksikan betapa banyak orang yang memiliki ide yang brilian. Ide-ide brilian tersebut jika ditulis maka akan menjadi sebuah buku yang dapat dipublikasikan kepada orang lain. Sering kali, dalam forum pertemuan ilmiah (seminar, diskusi panel, lokakarya, simposium dan sejenisnya), tanpa kita sadari, kita sering melontarkan pemikiran-pemikiran cemerlang. Mungkin kebanyakan kita masih merasa sulit untuk menuangkan ide-ide cemerang tersebut ke dalam sebuah tulisan yang kemudian dibukukan menjadi sebuah buku.
        Sebenarnya tidak terlalu sulit menuangkan ide-ide cemerlang tersebut. Semua tergantung bagaimana cara kita berpikir untuk memulainya. Mengawalinya memang terasa sangat berat. Memang all of the beginning is diffucult (setiap sesuatu permulaan itu pasti sulit). Namun sesulit apa pun, mesti harus mengawali karena kita tidak akan pernah tahu setiap permulaan itu sulit, kalau belum mengawalinya. Untuk mengawalinya memang membutuhkan proses, ketekunan, keuletan, kesabaran, dan dilakukan secara terus menerus. Kalau itu yang kita lakukan, saya dan anda semua yakin bahwa kita pasti bisa sama seperti halnya yang dilakukan oleh orang lain. Karena kita yakin bahwa setiap kita telah diberikan potensi oleh Allah SWT.
        Banyak diantara sekian penulis hebat yang memiliki reputasi melangit, semua itu berawal dari proses, ketekunan, keuletan, kesabaran, serta dilakukan secara terus menerus, sehingga pada akhirnya mereka mampu menulis/menghasilkan sekian banyak buku yang dapat dikonsumsi oleh semua kalangan termasuk kita. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kita/manusia memiliki kompetensi (kemampuan) untuk menjadi sang penulis. Terkadang yang menjadi penghambat utama dalam pikiran kita adalah cara berpikir kita yang terlalu idealis. Sering kali kita berpikir tentang kualitas tulisan kita. Apakah diterima atau ditolak oleh penerbit, dan masih banyak lagi pikiran negatif lainnya yang berdatangan menghantui kita.
        Disamping itu, minat baca kita terhadap karya/tulisan orang lain yang begitu rendah sehingga akan mempengaruhi wawasan kita. Pada hal, dengan membaca tulisan (hasil karya) orang lain, akan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada kita tentang bagaimana seharusnya menjadi penulis yang baik. Persoalan ini yang menyebabkan kita tidak akan maju dan tidak akan mampu menuangkan ide-ide cerdas yang kita miliki seperti yang dapat dilakukan kebanyakan orang. Berkaca dari itu, maka kita mesti berpikir positif (positive thinking), berpikir besar (big thinking), dan mengawalinya dengan bermimpi besar (big dream).
        Dengan demikian, kita dapat mewujudkan segala impian yang kita inginkan. Jangan pernah merasa puas dan bangga dengan apa yang kita miliki saat ini. Karena kita sadar bahwa, semakin tinggi ilmu yang kita miliki maka akan terasa semakin bodoh kita. Ilmu Allah memang Maha Luas, lebih luas dari dunia dan isinya. Untuk itu, tidak ada manusia yang istimewa di dunia ini, hanya Allah-lah Yang Maha sempurna.
        Oleh karena itu, untuk dapat menjadi seorang penulis sejati kita mesti merubah cara berpikir (mindset) kita dari berpikir negatif (negative thinking) kepada berpikir positif (positive thinking), berpikir besar (big thinking), dan bermimpi besar (big dream), serta berpikir optimis. Selanjutnya memulai dari saat ini, memulai dari yang kecil, dan memulai dari hal yang mudah yang dapat dilakukan. Di samping itu, perbanyak membaca hasil karya orang lain untuk menggali dan menambah wawasan. Kemudian, mulailah melatih menulis dan terus menulis.
        Cara termudah yang dapat kita lakukan adalah mulailah melatih diri dari sekarang dengan menulis pada Buku Catatan Harian (BCH). Tulislah refleksi tentang pengalaman hidup sehari-hari. Tulislah apa yang dilihat, apa yang didengar, dan apa yang dirasakan pada Buku Catatan Harian anda. Aktivitas yang kita alami/lakukan dalam keseharian kita, ditulis pada Buku Catatan Harian. Sehingga setiap peristiwa/kejadian yang dialami dapat terkaver pada Buku Catatan Harian. Hal demikian jika dilakukan secara terus menerus maka disamping akan memperkaya kosa kata juga dapat mengasah kemampuan berpikir kita. Sebuah pribahsa yang sangat populer mengatakan “ala bisa karena biasa”. Artinya kita dapat melakukan sesuatu itu karena faktor pembiasaan. Sehingga kita dapat berasumsi bahwa faktor pembiasaan turut mempengaruhi/mewarnai keadaan seseorang.
        Pembiasaan yang baik semacam ini mestinya dilakukan sedini mungkin. Bayangkan saja, seandainya semenjak kita masih di bangku SD, kita sudah membiasakan dengan hal-hal positif yang telah disebutkan di atas maka pada saat kita di bangku Perguruan Tinggi (PT), berapa banyak kosa kata yang sudah kita miliki. Di samping itu, tentu saja wawasan berpikir kita juga akan menjadi lebih baik.

        Namun hal semacam ini yang belum dilakukan oleh kebanyakan kita. Sehingga menyebabkan penguasaan kosa kata kita sangat rendah. Di samping itu, daya nalar kita juga turut memprihatinkan. Inilah yang menginspirasi penulis, untuk melakukan perenungan panjang dan pengkajian mendalam tentang realitas yang kita alami selama ini. Sehingga menggugah penulis untuk menuangkannya dalam sebuah buku kecil. Besar harapan, semoga kehadiran buku yang sederhana ini dapat memberikan kontribusi positif bagi para pembaca khususnya bagi pribadi penulis terkait bagaimana menjadi seorang penulis.

  2. Salut Pak Yamin, orang2 seperti Bapak sangat langka sekarang ini, padahal negara dan bangsa ini sangat membutuhkan orang2 seperti Bapak. Saya yakin masih ada saudara2 kita yg spandangan dengan Bapak, bedanya mereka tidak berani menulis, kurang berani bersuara sehingga suaranya tidak terdengar, yg bergema di masyarakat sekarang ini hanya materialisme dan jabatan/ kedudukan saja. Seandainya saudara2 kita sebangsa dan setanah air bersama-sama bersuara lebih keras lagi (dibantu media massa), mudah2an masyarakat kita bisa berpikiran lain (tidak hanya memikirkan materi saja tapi mengutamakan kecerdasan anak bangsa)

    1. Terimakasih Pak Harry atas segala dukungan moralnya. Sy sebenarnya juga masih belajar. Kekuatan keberanian dan keyakinan yang mendorong sy untuk terus menerus menulis. Salam kenal…

  3. Allah akan mengangkat derajadnya orang yang berilmu. Jadikan ilmu kita sebagai investasi yang tiada batasnya. Terima kasih apa atas bacaannya, semoga semakin luas wawasan kami .

  4. Ass.. Wr..Wb. Salam kenal Pak Yamin. Sy sangat terinspirasi dengan buku tulisan Bapak. Saya miliki buku karangan Bapak berjudul “Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan”. Semoga ide dan pemikiran cemerlang Bapak dapat ditularkan kepada saya. Perkenalkan saya Kamsudin Ridwan, asal dari Kab. Flores Timur – NTT, sekarang sedang mengikuti perkuliahan jenjang S2, Prog. Magister Pend. Islam, Konsentrasi Supervisi Pend. Islam di UNISMA Malang. Salam kenal Bapak. Ini nomor HP-ku : 081259330298. Saya ingin juga menjd seorang penulis tapi bagaimana ya caranya?. Makasih Bapak.

  5. Wassalam War. Wab. Terimakasih telah berkenan membaca buku saya, mas. Amin, semoga menjadi media bertukar dan berbagi pandangan tentang pendidikan. Menjadi penulis cukup dengan banyak baca buku, latihan terus menulis, menulis, dan menulis. Saya memulai menulis sejak 2003 hingga sekarang, insyaAllah seterusnya sampai tua sebelum Allah SWT memanggil saya. Yg penting, konsisten dan istiqomah, maka akan tercapai, mas. Sukses selalu

  6. Ass Bang, kebetulan saya mendapat tugas dari mata kuliah pengembangan kurikulum PAI, membuat resensi buku tentang kurikulum dan saya merensi buku yang dikarang oleh Bang Moh. Yamin yang berjudul “Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan”.

    1. TUGAS
      RESENSI BUKU
      PANDUAN MANAJEMEN MUTU KURIKULUM PENDIDIKAN
      KARANGAN MOH. YAMIN

      Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum PAI
      Dosen Pengampu Dr. Rofiatul Hosna, M.Pd.

      Oleh :
      Kamsudin Ridwan
      NPM. 21402011045

      PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM
      KONSENTRASI SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM
      UNIVERSITAS ISLAM MALANG
      TAHUN 2015

      RESENSI BUKU

      Nama Pengarang : Moh. Yamin
      Judul Buku : Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan
      Bab yang dibahas : IV BAB
      Tahun Terbit : 2009
      Tempat Terbit : Jogjakarta
      Tebal Buku : 274 Halaman
      Penerbit : DIVA PRESS

      A. Riwayat Hidup Penulis

      Moh. Yamin lahir di Sumenep, 16 Juli 1980. Alumni Universitas Islam Malang ini menjadi staf pengajar sejak 2008 di almamaternya sekaligus melanjutkan studi S2. Beberapa karyanya berupa terjemahan, antara lain The Consequences of modernity IRCISoD: 2001), The sociology of religion (IRCISoD, 2002). Dan buku yang telah diterbitkan berjudul Menggugat Pendidikan Indonesia; Belajar dari Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara (ar-Ruzz Media: 2009).
      Penulis merupakan kolumnis di sejumlah media massa, antara lain Malang Post, Koran Pendidikan, Duta Masyarakat, Banjarmasin Post, Bali Post, Surabaya Post, Suara Karya, Sinar Harapan, Surya, Joglosemar, Suara Merdeka, Jawa Post, Seputar Indonesia, Suara Pembaruan, Kompas Jawa timur, Kompas Nasional, Syir’ah, dan edukasi.

      B. Isi Buku

      Buku yang ditulis oleh Moh. Yamin ini banyak mengkritik tentang pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Dalam kata pengantarnya, ia mengkritik soal aktivitas pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Menurut dia aktivitas belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas masih mengandalkan pendekatan tekstual, kegiatan belajar mengajar masih kaku dan belum mampu membangun kondisi belajar yang kondusif, proses belajar mengajar yang berpusat pada guru, masih rendahnya kemampuan pendidik dalam mengelola kelas, kebijakan pemerintah yang masih setengah dalam merumuskan gagasan besar kurikulum dengan paradigma mencerahkan dan membebaskan peserta didik, kegiatan pembelajaran dalam kelas tidak mengenal kebebasan dan belum komunikatif, pendidikan yang digelar dalam kelas monoton dan terkesan layaknya latihan militer. Konteks persoalan pembelajaran yang kaku tersebut lahir karena konsep dan praktik kurikulum yang belum berbasis pada kebutuhan bangsa. Pendekatan pembelajaran yang mampu menghargai anak-anak didik sebagai manusia otonom agar mereka dimanusiakan belum terlaksana sepenuhnya. Pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan pada kebutuhan anak-anak didik belum mampu dijalankan.
      Buku yang dieditori Nisrina Lubis ini, memberikan jawaban-jawaban alternatif bagaimana sesungguhnya konsep kurikulum harus dibangun sesuai dengan kebutuhan, termasuk praktik pembelajaran yang harus dirancang ulang agar bisa memberikan paradigma baru dalam proses belajar mengajar. Setidaknya, prose pembelajaran yang kemudian diberlakukan mampu mencairkan kebekuan dalam kelas. Dengan kata lain, proses pembelajaran yang lebih menghargai kebutuhan dan keinginan kontekstual dapat dirangkum dalam format baru sebagai kurikulum transformatif. Adanya kurikulum transformatif bisa menjawab kebutuhan pendidikan masa depan yang berwawasan luas. Hal ini bisa melahirkan tatanan pendidikan yang sesuai dengan kepentingan anak-anak didik. Dengan demikian, pembelajaran baru yang disebut pembelajaran transformatif dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Pembelajaran dengan rumus yang berbasis pada pendekatan kontekstual dapat menggeser paradigma pembelajaran yang kaku dan beku.
      Pada BAB I ditulis tentang Kurikulum, Modal Pembangunan Pendidikan: Penulis mengatakan, pendidikan bisa dijalankan dengan baik ketika kurikulum menjadi penyangga utama dalam proses belajar mengajar. Sejumlah pakar kuriulum berpendapat bahwa jantung pendidikan berada pada kurikulum. Baik dan buruknya hasil pendidikan ditentukan oleh kurikulum. Kurikulum memegang peran penting bagi keberhasilan sebuah pendidikan bagi peserta didik. Ia adalah ruh yang memberikan kehidupan bagi dunia pendidikan. Prof. Dr. S. Nasution, M.A mengatakan bahwa “masa depan bangsa terletak pada tangan kreatif generasi muda”. Apa pun yang akan dicapai di sekolah harus ditentukan oleh kurikulum sekolah. Kurikulum menjadi vital bagi perkembangan bangsa. S. Belen berpendapat bahwa “kurikulum memang bukan satu-satunya penentu mutu pendidikan. Ia juga bukan perangkat tungggal penjabaran visi pendidikan. Fungsi kurikulum dalam peningkatan mutu pendidikan dan penjabaran visi juga tergantung kecakapan guru, mencakup substansi kurikulum dalam buku pelajaran, dan proses evaluasi belajar”.
      Kendatipun demikian, Agus Suwignyo menambahkan bahwa kurikulum tetap menjadi perangkat yang umum diketahui strategis untuk menyamai kepentingan dan membentuk konsepsi dan perilaku individu. A. Ferry T. Indratno mengatakan bahwa kurikulum adalah program dan isi dari suatu sistem pendidikan yang berupaya melaksanakan proses akumulasi pengetahuan antar generasi dalam masyarakat. Bila ditarik benang merah maka kurikulum dapat dipahami sebagai alat sentral bagi keberhasilan pendidikan.
      BAB II ditulis tentang Kurikulum dalam Pengaruh Kekuasaan: pada bab 2 ini, penulis mengatakan bahwa kurikulum di Indonesia yang dijalankan selama ini selalu bernuansa kepentingan politik. Ia mengatakan kurikulum yang berganti-ganti merupakan potret tidak jelasnya arah pendidikan. Pendidikan kita telah diboncengi sekian banyak kepentingan.
      Pada bab 2 ini, penulis mengungkapkan beberapa pendapat para ahli yang terkait dengan kurikulum dan pengaruh kekuasaan. Di antaranya A. Ferry T. Indratno, M. Sirozi, Politik Pendidikan, Dinamika Hubungan antara Kepentingan Kekuasaan dan Praktik Penyelenggaraan Pendidikan, Roger Dale, The State and Education policy, Moh. Yamin, Menggugat Pendidikan Indonesia, Syafaruddin, Efektivitas Kebijakan Pendidikan; Konsep, Strategi dan Aplikasi Kebijakan Pendidikan Menuju Organisasi Sekolah Efektif.
      BAB III tentang Merancang Kurikulum Transformatif. Pada bab 1 dan bab 2 di atas, penulis banyak mengkritik tentang praktik pendidikan selama ini yang terkesan tekstual dan kaku serta pengaruh kekuasaan terhadap keberlangsungan kurikulum sedangkan pada bab 3 ini, penulis menawarkan solusi alternatif yang bertujuan untuk menjawab praktik kurikulum selama ini. Penulis mengungkapkan bahwa peran sangat besar kurikulum transformatif bertujuan memecahkan kebuntuan dan kemandekan dalam praktis pendidikan.
      BAB IV tentang Sekolah Mencerdaskan. Dalam bab 4 ini, penulis mengungkapkan bahwa sekolah mendidik anak untuk menjadi dirinya sendiri. Sekolah jangan sampai membuat anak didik tidak independen sebagai manusia otonom. Sekolah harus memberikan ruang kemerdekaan dan kebebasan kepada anak untuk mengaktualisasikan diri masing-masing, tanpa terjebak oleh kepentingan kerdil dan sempit.

      C. Kelebihan Buku
      Melihat isi buku yang ditulis oleh Moh. Yamin ini, penjelasan mendalam dan sistematis, menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para pembaca. Pada bab 1, penulis mengungkapkan bahwa kurikulum menjadi alat sentral bagi keberhasilan pendidikan dan banyak mengkritik tentang praktik pendidikan yang selama terkesan tekstual dan kaku. Pada bab 2, penulis mengkritik kebijakan

      pemerintah terkait keberlangsungan pendidikan di Indonesia, terutama kritikannya terkait bongkar pasang kurikulum (gonta-gantinya kurikulum) yang sering terjadi di negeri ini. Sedangkan pada bab 3 dan 4, penulis menawarkan solusi alternatif yang bertujuan menjawab praktik kurikulum yang selama dijalankan di dunia pendidikan kita. Dia menawarkan konsep pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan anak didik.

      D. Kelemahan Buku

      Buku yang ditulis oleh Moh. Yamin ini merupakan hasil tinjauan (pendekatan) teoritis dan yuridis terkait perjalanan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, menurut hemat saya sebagai perensor bahwa isi buku ini belum sepenuhnya representatif karena realitas yang terjadi di lapangan khususnya dalam dunia pendidikan belum disentuh oleh penulis. Menurut presensor bahwa ide penulis yang dituangkan dalam buku ini masih merupakan tataran idelitas (cita-cita atau harapan) penulis yang ingin diwujudkan dalam dunia pendidikan kita.

      E. Kesimpulan

      Setelah melihat isi buku secara keseluruhan dari bab 1 hingga bab 4 maka saya selaku presensor dapat menyimpulkan bahwa buku yang berjudul “Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan” ini di dalamnya diulas dengan sangat komprehensif terkait kurikulum pendidikan. Buku ini memberikan jawaban-jawaban alternatif tentang konsep kurikulum yang harus dibangun sesuai kebutuhan, termasuk praktik pembelajaran yang mesti dirancang ulang agar bisa memberikan paradigma baru dalam proses belajar-mengajar. Buku ini siap membuka cakrawala pikiran kita tentang pentingnya standar manajemen mutu kurikulum.

      PERBANDINGAN ISI BUKU

      Karangan Moh. Yamin berjudul “Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan” dan karangan Dr. E. Mulyasa, M.Pd berjudul “Kurikulum Yang Disempurnakan; Pengembangan Standar Kompetensi dan Komptensi Dasar”.

      Oleh :
      Kamsudin Ridwan
      NPM. 21402011045

      PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM
      KONSENTRASI SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM
      UNIVERSITAS ISLAM MALANG
      TAHUN 2015

      BAB I
      PENDAHULUAN
      A. LATAR BELAKANG

      Dalam sebuah buku sudah pasti memiliki suatu kelebihan dan juga suatu kekurangannya, di dalam tugas kali ini akan dibahas mengenai perbandingan dua buah buku yaitu buku Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan karangan Moh. Yamin yang diterbitkan pada tahun 2009 dan buku Kurikulum Yang disempurnakan karangan Dr. E. Mulyasa, M.Pd yang juga diterbitkan pada tahun 2009. Kita bisa melihat secara langsung bahwa kedua buku tersebut diterbitkan pada tahun yang sama. Apakah kedua buku tersebut mempunyai kesamaan yang signifikan, disebabkan terbitnya pada tahun yang sama?.
      Selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pengembangan kurikulum PAI, perbandingan kedua buku ini juga dapat menginformasikan kepada kita semua mengenai keunggulan dan kelemahannya masing-masing dari kedua buku tersebut. Hal yang dosoroti dalam penulisan perbandingan kedua buku ini adalah menilai kelebihan dan kekuranganya.

      B. Tujuan Penulisan
      1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan.
      2. Megetahui seberapa besar ketelitian kita dalam bidang menyimak buku.
      3. Belajar membuat suatu perbandingan mengenai kualitas antara kedua buah buku.
      4. Menyimpulkan kelebihan dari kedua buku tersebut agar bisa dipertahankan dalam
      pembuatan buku yang berikutnya.
      5. Mencari kekurangan dari kedua buku tersebut agar bisa diperbaiki dalam pembuatan buku yang berikutnya.
      6. Menambah wawasan tentang bagaiman cara menyusun buku yang baik dan benar itu sepeerti apa?.

      C. RumusanMasalah
      Apa yang menjadi kelemahan dan keunggulan dari kedua buku tersebut yaitu Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan karangan Moh. Yamin yang diterbitkan pada tahun 2009 dan buku Kurikulum Yang Disempurnakan karangan Dr. E. Mulyasa, M. yang juga diterbitkan pada tahun 2009.

      BAB II
      PERBANDINGAN ISI BUKU

      A. Keunggulan Buku
      Melihat isi buku yang ditulis oleh Moh. Yamin ini dengan judul “Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan ini lebih baik dibandingkan buku yang dikarang Dr. E. Mulyasa, M.Pd. Karena penjelasan mendalam dan sistematis, menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para pembaca. Pada bab 1, penulis mengungkapkan bahwa kurikulum menjadi alat sentral bagi keberhasilan pendidikan dan banyak mengkritik tentang praktik pendidikan yang selama terkesan tekstual dan kaku. Pada bab 2, penulis mengkritik kebijakan pemerintah terkait keberlangsungan pendidikan di Indonesia, terutama kritikannya terkait bongkar pasang kurikulum (gonta-gantinya kurikulum) yang sering terjadi di negeri ini. Sedangkan pada bab 3 dan 4, penulis menawarkan solusi alternatif yang bertujuan menjawab praktik kurikulum yang selama dijalankan di dunia pendidikan kita. Dia menawarkan konsep pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan anak didik.

      B. Kelemahan Buku

      Adapun sisi kekurangan buku Kurikulum Yang Disempurnakan (pengembangan standar kompetensi dan komoetensi dasar) karya Dr. E. Mulyasa, M.Pd, Penerbit Rosdakarya Bandung ini yaitu:
      1. Buku ini tidak memuat glosarium sehingga ada beberapa istilah yang merupakan bahasa Asing kurang dipahami maknanya oleh pembaca.
      2. Buku ini ditulis untuk menyempurnakan kurikulum 2004 sehingga untuk saat ini SKKD sudah mengalami elemen perubahan. Sehingga kurang aktual untuk saat ini.

      BAB III
      KESIMPULAN

      Setelah melihat isi buku secara keseluruhan dari bab 1 hingga bab 4 maka saya selaku presensor dapat menyimpulkan bahwa buku yang berjudul “Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan” ini di dalamnya diulas dengan sangat komprehensif terkait kurikulum pendidikan. Buku ini memberikan jawaban-jawaban alternatif tentang konsep kurikulum yang harus dibangun sesuai kebutuhan, termasuk praktik pembelajaran yang mesti dirancang ulang agar bisa memberikan paradigma baru dalam proses belajar-mengajar. Buku ini siap membuka cakrawala pikiran kita tentang pentingnya standar manajemen mutu kurikulum.
      Adapun kelemahan buku yang ditulis oleh Moh. Yamin ini merupakan hasil tinjauan (pendekatan) teoritis dan yuridis terkait perjalanan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, menurut hemat saya sebagai perensor bahwa isi buku ini belum sepenuhnya representatif karena realitas yang terjadi di lapangan khususnya dalam dunia pendidikan belum disentuh oleh penulis. Menurut presensor bahwa ide penulis yang dituangkan dalam buku ini masih merupakan tataran idelitas (cita-cita atau harapan) penulis yang ingin diwujudkan dalam dunia pendidikan kita.
      Kelebihan buku KYD yang ditulis oleh Dr. E. Mulyasa, M.Pd adalah :
      1. Dari segi isi materi yang disajikan memberikan banyak penjelasan mengenai menganalisis dan menjawab berbagai permasalahan yang berkaitan dengan perubahan, pembinaan, dan pengembangan kurikulum. Menggunakan bahasa yang konkret dan sederhana, serta memberi ilustrasi pada prinsip-prinsip yang dibahas. Catatan mengenai ungkapan para ahli pun dicantumkan sehingga ikut memperjelas tema pokok yang dibahas.
      2. Dari segi bahasa yang digunakan bisa dibilang ringkas, dan sederhana sehingga mudah untuk dipahami oleh para pembaca. Melalui bahasa yang lugas dan terstruktur, memberikan gambaran yang nyata dalam mengembangkan imajinasi pembaca seolah-olah pembaca dapat menyaksikan perubahan, pembinaan, dan pengembangan kurikulum.
      3. Dari segi referensinya, buku ini memberikan banyak daftar pustaka, tidak hanya dari penulis lokal tetapi juga para penulis luar, seperti para penulis orientalis. Ini memberikan gambaran bahwa buku ini sebenarnya berusaha untuk merangkum

      informasi dari banyak sumber sehingga apa yang ditulis benar-benar menedekati keobjektifan secara utuh
      Adapun sisi kekurangan buku Kurikulum Yang Disempurnakan (pengembangan standar kompetensi dan komoetensi dasar) karya Dr. E. Mulyasa, M.Pd ini yaitu:
      1. Buku ini tidak memuat glosarium sehingga ada beberapa istilah yang merupakan bahasa Asing kurang dipahami maknanya oleh pembaca.
      2. Buku ini ditulis untuk menyempurnakan kurikulum 2004 sehingga untuk saat ini SKKD sudah mengalami elemen perubahan.

  7. Menurut Alexis Carrel (peletak dasar-dasar humaniora di Barat) dalam (H. Chairul Anwar, 2014) mengatakan bahwa “manusia adalah makhluk misterius. Manusia adalah makhluk misteri yang tidak mungkin disebutkan sifat dan ciri-cirinya secara tuntas dan karena itu harus dipahami dan dihayati. Oleh karena itu, menurut Kamsudin Ridwan (2015), bahwa “manusia bisa menangis di dalam tertawa dan bisa tertawa di dalam menangisnya”. Inilah yang dikatakan sebagai misteri yang mengusik manusia berjuta-juta tahun yang lalu untuk terus mencari tahu bahwa siapa sebenarnya sih manusia itu? dan untuk apa manusia itu dihadirkan ke dunia? dan akan kemanakah makhluk manusia ini?. Ini semua merupakan pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggu pikiran manusia untuk memikirkan tentang siapa sih dirinya itu sebenarnya?. Sejak berjuta-juta tahun yang lalu, sampai saat ini manusia selalu mencari dan terus mencari tentang hakikat eksistensi dirinya. Manusia mencoba mendefinisikan manusia menurut manusia. Mampukah manusia mengetahui hakikat dirinya secara sempurna sementara dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menjelaskan bahwa “mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh maka katakanlah bahwa roh urusan Tuhan dan tidaklah kalian diberikan pengetahuan kecuali sedikit sekali”. Dari ayat Al-Qur’an ini, dapat kita pahami bahwa manusia tidak akan pernah mengetahui secara holistik tentang siapa sih makhluk manusia itu. Hanya Allahlah Yang Maha Tahu secara sempurna tentang siapa sih sebenarnya makhluk manusia itu?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s