Sepanjang Aku ada selama ini, Agama adalah segalanya. Karena Agama, Aku tetap bisa hidup dan mampu melakukan sebuah proses kehidupan lebih panjang dan bermanfaat. Aku kecil adalah sosok manusia yang masih kering dan nilai-nilai Agama. Aku kecil hidup di tengah gersangnya Agama sehingga ini pun meragukan identitas Aku sesungguhnya saat Tuhan menciptakan Ku lewat rahim Sang Ibu Ku.

Aku besar sudah mulai mengenal mana benar dan salah, haram dan dosa, dan begitu seterusnya. Aku besar semakin mengenal dan berkenalan dengan Agama saat Aku besar ditemani sekian banyak buku Agama. Memang benar kata teman ku, Agama adalah media mengenal Tuhan. Namun mengapa mereka yang merupakan alumni pesantren dan memiliki basis agama yang kuat kemudian melupakan Agama ketika belajar filsafat? benarkah Agama dan Filsafat tidak pernah bersahabat dan berjabat tangan demi sebuah pencarian kebenaran sejatinya?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s