Banjarmasin Post, 7 Agustus 2006
Oleh Moh. Yamin, Analis Sosial-Politik-Keagamaan pada FKIP Universitas Islam Malang
Kebengisan Israel dengan memporak-porandakan instalasi pemerintahan, sipil Palestina dan menelan korban bencana tak terhitung jumlahnya cukup membakar amarah umat muslim se-dunia. Ini merupakan tindakan tidak manusiawi. Dalam kacamata humanisme, perilaku semacam itu telah melanggar etika kemanusiaan untuk saling menjaga harkat dan martabat bangsa manusia antar sesama mahluk ciptaan Tuhan, yang ini telah sudah diatur di dalam Declaration of Human Rights. Ini adalah satu bentuk pelecehan kemanusiaan di atas kemanusiaan yang lain. Hal sedemikian merupakan satu perlakuan yang tidak mengenal adab kemanusiaan untuk selalu menghargai bangsa yang bermartabat. Etika pergaulan di mata dunia, Israel sudah tidak bisa dianggap sebagai bangsa beradab dan beretika.
Itu menjadi satu aksi yang sudah kelewat batas dan keterlaluan. Bangsa Israel sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan sudah tidak mengenal batas-batas normalitas tindakan tentang apa yang sepatutnya dilakukan dan tidak. Mereka tidak memedulikan apakah tindakannya merugikan atau menguntungkan pihak bangsa lain. Mereka seolah menutup mata dan telinga dengan coba kian membabi buta menembakkan amunisi maha dahsyatnya ke rumah Palestina.
Di luar batas kewajaran, Israel tidak membuka diri dan mencoba mengerti diri bahwa apa yang telah digelarnya itu adalah sebuah langkah praksis yang sangat kian menyuburkan aksi balas dendam antara Israel dan Palestina. Entah apa yang melatarbelakanginya, yang kemudian menyulut brutalitas Israel untuk mengganyang bangsa Palestina secara habis-habisan, namun publik dunia bertukas bahwa itu diasal-muasalkan oleh keinginan bangsa Yahudi atau yang disebut kaum zionis untuk menguasai Palestina. Spekulasi historis mengatakan bahwa suatu saat nanti di kota Bethlehem, Palestina akan muncul Nabi Isa, maka dengan itu, Palestina harus direbut, dikuasai dan dimiliki oleh bangsa Yahudi.
Kembali pada aksi kebengisan yang dilakukan oleh Israel, maka ini perlu disikapi bersama oleh bangsa-bangsa se-dunia, khususnya bangsa-bangsa muslim. Bangsa-bangsa muslim se-dunia perlu dan harus menghimpun kekuatan agar Palestina tidak kian dihancur-leburkan oleh Israel. Mereka harus membantu saudaranya se-agama yang sedang terkena musibah dan malapetaka akibat kekejaman bangsa Israel. Umat muslim harus bangkit bersatu, membangun tali persaudaraan se-agama yang semakin kuat. Apabila hari-hari ini, bangsa-bangsa muslim se-dunia banyak mengirimkan bantuan kemanusiaan, seperti kesehatan, makanan. Maka, ini perlu kian ditingkatkan pada bantuan lainnya. Ditingkatkan dalam pengertian ini adalah mereka juga perlu membantu Palestina dengan mengirimkan bala bantuan secara militer.
Ini sangat penting untuk mempertahankan Palestina dari kahancuran. Bantuan militer sangat berguna dan dibutuhkan di saat kondisi sangat genting. Saat ini, Palestina sudah genting, jadi bantuan militer adalah yang perlu segera diluncurkan ke sana. Tidak bergerak demikian, maka kita tinggal menunggu kehancuran Palestina. Amerika sebagai adikuasa dunia tidak bisa diharapkan lagi. Amerika, yang pasti dan jelas, sudah berpihak pada Israel karena se-ideologi dan seperjuangan untuk menumpas Islam dari muka bumi. Amerika adalah bagian para dedengkot bangsa Yahudi yang di dalamnya berkeinginan untuk membantai habis umat muslim, tak terkecuali Palestina. Dalam spektrum tafsiran dan prediksi analis politik dan agama oksidentalis, Amerika akan terus menerus mendukung sikap dan tindakan Israel untuk menjungkalkan Palestina dan umat Islam secara keseluruhan ke jurang kejatuhan.
Sungguh ini merupakan berita yang cukup menggemparkan dunia Islam. Ini adalah satu berita dan mengagetkan. Andaikan muslim se-dunia tidak menyadari itu, maka tunggulah kematian dan kehancurannya. Jikalau, umat muslim dunia tidak memiliki rasa kepedulian dan keprihatinan pada Palestina, maka mereka sudah dibilang “murtad (keluar dari Islam)”. Maaf, bila kalimatnya terlalu ekstrim, namun ini yang tepat diucapkan pada mereka. Ada analis orientalis mengatakan, adanya pertarungan antara kutub barat yang diwakili oleh bangsa Yahudi dan kutub timur yang diwakili oleh Islam adalah sebuah jelmaan benturan peradaban (Samuel Huntington: The Clash of Civilization).
Mencermati kondisi yang sedemikian buruk ini dengan coba membongkar maksud politis yang disampaikan Huntington. Sangat jelas, bangsa Yahudi memiliki sentimen jelek dan buruk kepada bangsa muslim. Muslim se-dunia dan Islam harus disingkirkan. Dikatakan demikian, setelah komunisme Uni Soviet carut marut, maka musuh keduanya adalah Islam. Karena itu, umat muslim se-dunia bukan saatnya lagi mementingkan dan mengedepankan kepentingan bangsanya sendiri secara primordial. Melainkan, kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan Islam dan nasib Islam harus diperjuangkan. Umat muslim harus memunculkan amarah di dalam sanubarinya.
Jiwa muslim harus berkobar dengan bara api tiada padam. Jiwanya harus digelorakan dengan semangat perjuangan untuk menegakkan dan mempertahankan keabadian Islam di muka bumi. Rasa terlecehkan dan dilecehkan agamanya oleh bangsa Yahudi harus selalu ditumbuh-suburkan secara terus menerus. Ini sangat diperlukan agar kita (muslim) tidak disebut bangsa pengecut. Jadikanlah tokoh-tokoh Islam militan, radikal dan revolusioner, semisal Muhammad Abdul Wahab, Ali Syari’ati, AyatullahKhoemeni, dan banyak tokoh lainnya sebagai ikon pembangun api perjuangan atas nama agama Islam. Tidak demikian, kita akan terus terjajah oleh bangsa Yahudi.
Tidak relevan lagi, kita yang mengaku beragama Islam, namun praksisnya tidak tergugah untuk membantu saudaranya se-agama yang sedang ditimpa persoalan. Umat Islam apakah itu berbasiskan nasionalis, sekuler dan lain sebagainya perlu menumbuhkan dan membangkitkan semangat saling bergandengan tangan. Sudah sewajarnya dan wajib bagi kita agar kian meningkatkan rasa solidaritas, persatuan dan kesatuan atas nama agama di atas kepentingan yang lain. Agama Islam harus menjadi segala sumber inspirasi, semangat, motivasi, kekuatan dan etos untuk berbuat yang terbaik bagi agamanya. Sesuai dengan pesan Nabi Muhammad SAW, “bila ada bagian tubuh yang sakit, maka, yang pasti, bagian tubuh lainnya akan ikut merasakan sakit. Umat muslim harus juga demikian”.
bagus bang….
mju trus, mnyudutkan israel yang makin lama makin gila.
emang orang yahudi dah pada sarap n sakit smua.
aplagi bekingan-nya orang Amrik…
harus di gbukin juga tuhhhh
wassalam
Makasih telah mengunjungi blog saya dan terimakasih atas komentarnya….
hhhhhhhhhheeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhhhhhheeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhhheeeeeeeeeeeeeee
( PESAN ) Kita wajib membela yang benar…
dan membela yang benar beda dengan balas dendam
Betul sekali. Makasih atas kunjungan dan komentarnya yang bijaksana ini.